press enter to search

Senin, 25/01/2021 10:04 WIB

7 Tahun Jadi Sopir Bus DMI, Marwoto Bisa Sekolahkan Anak dan Modali Istri Usaha

Dahlia | Rabu, 25/11/2020 22:48 WIB
7 Tahun Jadi Sopir Bus DMI, Marwoto Bisa Sekolahkan Anak dan Modali Istri Usaha Marwoto, 7 tahun jadi pengemudi bus DMI (PO Sinarjaya) bisa sekolahkan anak dan modali sang istri usaha berjualan online This article was published in beritatrans.com with the title "7 Tahun Jadi Pengemudi Bus DMI, Marwoto Bisa Sekolahkan Anak dan Modali Istri Usaha". Click to read: https://www.beritatrans.com/artikel/202357/7-Tahun-Jadi-Pengemudi-Bus-DMI-Marwoto-Bisa-Sekolahkan-Anak-dan-Modali-Istri-Usaha/. (Foto:aksi.id/BeritaTrans.com/Bondan)

BEKASI (aksi.id) - Profesi pengemudi mungkin bagi sebagian orang dianggap biasa. Namun, tidak bagi Marwoto. Pria kelahiran tahun 1974 asal Purbalingga, Jawa Tengah, ini sudah menggeluti profesi pengemudi selama puluhan tahun, mulai dari truk hingga bus.

Marwoto, anak terakhir dari enam bersaudara yang tinggal di Kota Purwokerto, ini menceritakan sebelum menjadi pengemudi bus, selepas lulus SMA, langsung diajak oleh kakak ketiganya yang berprofesi pengemudi truk muatan ikan menjadi kernet di Purwokerto. Selama menjadi kernet ia mulai dipaksa belajar membawa truk oleh kakaknya.

Semakin lancar membawa truk, Marwoto mencoba melamar sebagai pengemudi truk tangki BBM yang kala itu tengah membutuhkan jurumudi.

“Lulus sekolah langsung diajak kakak saya yang ketiga buat nemenin jadi kernet truk muatan ikan. Selama jadi kernet dipaksa harus bisa bawa truk sama kakak. Udah lancar bawa truk, saya coba lamar sebagai pengemudi truk tangki BBM di Purwokerto,” cerita Marwoto, saat ditemui BeritaTrans.com dan Aksi.id di kabin pengemudi, bus DMI.

Ia mengemukakan sebagai pengemudi truk tangki BBM sudah dijalani selama 18 tahun. Karena ada pengurangan pengemudi di perusahaan vendor tempatnya bekerja dan dirinya terkena pengurangan.

“Setelah selama 18 tahun saya jadi pengemudi truk tangki BBM, saya kena PHK, padahal saya waktu itu sudah karyawan tetap. Tapi alhamdulillah saya masih dapat pesangon. Biar ngga banyak, yang penting dapat,” tambahnya.

Setelah dua bulan di PHK, Marwoto sempat kesulitan untuk mencari pekerjaan baru, yang juga harus menafkahi keluarga untuk makan dan anak pertama yang masih sekolah serta sang istri tengah hamil.

“2 bulan setelah di PHK saya susah cari kerjaan baru lagi apalagi pesangon yang didapatkan ngga seberapa sudah mau habis untuk makan, bayaran sekolah anak pertama yang masih SD waktu itu, sama kebutuhan istri waktu itu lagi hamil anak kedua,” ucap Marwoto. Tak lama Marwoto berjibaku dengan kesulitan ekonomi, akhirnya ada titik cerah baginya.

Sebab salah satu teman sekampungnya yang bekerja di bus DMI Perusahaan Otobus (PO) Sinarjaya mengetahui kabar dirinya terkena PHK dan langsung menghubungi. temannya itu mengajak bekerja sebagai pengemudi bus. Marwoto langsung menyanggupi tawaran dari temannya itu.

“Teman sekampung tahu saya kena PHK  dan langsung telepon ngajakin kerja jadi pengemudi bus DMI (Sinarjaya). Langsung saya iyakan,” utaranya.

Selama tujuh tahun mengabdi di DMI PO Sinarjaya Marwoto bisa menyekolahkan ke dua anaknya hingga SMA dan memodalkan sang istri untuk usaha berjualan online.

“Alhamdulillah, selama tujuh tahun jadi pengemudi bus DMI, bisa sekolahin anak pertama sampai lulus SMA, biayain anak kedua yang masih sekolah sama modalin istri usaha jualan online,” tutupnya sambil tersenyum. (bondan).