press enter to search

Sabtu, 06/03/2021 12:44 WIB

Terminal Jatijajar Depok Paling Tinggi Penurunan Jumlah Penumpang Selama PPKM

Dahlia | Rabu, 27/01/2021 19:00 WIB
Terminal Jatijajar Depok Paling Tinggi Penurunan Jumlah Penumpang Selama PPKM Penumpang mejunggu bus di salah satu terminal kelolaan BPTJ

JAKARTA (aksi.id) - Dari empat terminal di bawah pengelolaan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ,) penurunan penumpang bus AKAP paling  signifikan terjadi di Terminal Jatijajar, Kota Depok selama masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) 11-25 Januari 2021.

"Pada 10 hari pertama Januari 2021 rata - rata penumpang bus AKAP yang berangkat setiap hari dari Terminal Jatijajar tercatat sebanyak 311 orang. Selama PPKM, terdapat penurunan penumpang hingga 29,2% atau terdapat sekitar 220 penumpang setiap harinya," jelas Kepala BPTJ Polana B Pramesti, Rabu (27/1/2021). 

Untuk Terminal Poris Plawad, rata-rata keberangkatan penumpang AKAP pada 10 hari pertama pada bulan Januari 2021 tercatat sebanyak 441 orang per hari. 

Sepanjang PPKM, penumpang AKAP yang berangkat dari Terminal Poris Plawad turun sebesar 14,05% atau jika dirata rata terdapat penumpang berangkat sekitar 379 orang setiap 
harinya.

Penurunan jumlah penumpang bus AKAP juga terjadi di dua terminal lain yang masih berada di 
bawah pengelolaan BPTJ yakni Terminal Baranangsiang Bogor dan Terminal Pondok Cabe Tangerang Selatan. 

"Untuk Terminal Baranangsiang dan Terminal Pondok Cabe penurunan 
presentase jumlah keberangkatan penumpang AKAP juga tercatat sekitar 14%," ucapnya.

Rata-rata harian keberangkatan penumpang di Terminal Baranangsiang, Bogor pada awal Januari sebanyak 200 
orang.

Namun selama PPKM rata-rata harian penumpang AKAP yang berangkat dari Terminal Baranangsiang tercatat 172 orang. 

Untuk Terminal Pondok Cabe keberangkatan pengguna AKAP untuk awal Januari terdapat rata - rata penumpang sebanyak 42 orang setiap harinya. 

"Namun, pada masa PPKM mengalami penurunan menjadi rata-rata hanya memberangkatkan 36 penumpang per hari," tutup Polana. (omy)