press enter to search

Sabtu, 25/05/2024 18:46 WIB

Elon Musk Tutup Kantor Twitter, Karyawan Sisa 3 Orang

Redaksi | Senin, 20/02/2023 16:25 WIB
Elon Musk Tutup Kantor Twitter, Karyawan Sisa 3 Orang Foto: Twitter (REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta (Aksi.id) - Dua kantor Twitter di India dilaporkan ditutup. Laporan itu menyusul PHK yang berdampak pada 90% atau 200 orang karyawan di negara itu pada tahun lalu.

Kantor yang ditutup berada di New Delhi dan Mumbai. Bloomberg melaporkan raksasa media sosial hanya menyisakan satu kantor di Bengaluru yang menampung sebagian besar engineer-nya, dikutip dari Reuters, Jumat (17/2/2023).

Dilaporkan CNBC TV, tersisa 3 orang karyawan Twitter saat ini di India. Masing-masing memegang jabatan pimpinan, yakni Country Lead, Head of North and East, serta Head of South and West. 

Namun Twitter tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Reuters.

Sejak di bawah kepemimpinan Elon Musk, Twitter memang melakukan sejumlah aksi efisiensi. Termasuk PHK besar-besaran yang menimpa 50% dari jumlah seluruh karyawan atau 3.700 orang pada November lalu.

Musk juga diketahui memecat beberapa petinggi Twitter sesaat setelah resmi membelinya. Salah satunya adalah Parag Agrawal yang menjabat CEO saat itu dan posisinya digantikan oleh Musk.

Kebijakan pemangkasan jumlah pegawai juga masih terjadi hingga bulan lalu. Salah satunya adalah PHK pada lusinan pekerjaan di kantor Dublin Irlandia dan Singapura.

Pegawai yang terdampak adalah mereka yang menangani moderasi konten global atau menangani ujaran kebencian dan pelecehan.

Berdasarkan laporan yang beredar, PHK juga menimpa pegawai di berbagai tim dari yang menangani kebijakan misinformasi, seruan global, dan media negara.

Nur Azhar Bin Ayob yang sebelumnya bekerja sebagai kepala integritas situs untuk Asia Pasifik jadi korban PHK Twitter saat itu. Ada juga direktur senior kebijakan pendapatan Analuisa Dominiguez yang masuk dalam daftar pemecatan.

Informasi PHK ini dikonfirmasi oleh Ella Irwin selaku wakil presiden kepercayaan dan keamanan perusahaan. Namun dia tak merinci jumlah karyawan yang terdampak kebijakan perusahaan tersebut.

"Kami memiliki ribuan orang dalam Trust and Safety yang mengerjakan moderasi konten dan belum memotong tim yang melakukan pekerjaan itu setiap hari," ujarnya dikutip dari Channel News Asia.   (ny/Sumber: CNBCindonesia,)