press enter to search

Jum'at, 20/07/2018 03:56 WIB

Hidup Sebatangkara, Kakek Buta Ini Tinggal di Bekas Kandang Sapi

| Rabu, 11/07/2018 22:46 WIB
Hidup Sebatangkara, Kakek Buta Ini Tinggal di Bekas Kandang Sapi Kakek Tamiso harus tinggal di gubuk reyot bekas kandang sapi milik kakaknya di Nganjuk, Jatim. (Foto: iNews.id/Mukhtar Bagus)

NGANJUK (aksi.id) - Seorang pria lanjut usia di Desa Sidoarjo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur terpaksa tinggal di bekas kandang sapi. Selain tidak memiliki rumah, kondisi fisik kakek bernama Tamiso (65) ini juga sangat memprihatinkan. 

Untuk beraktivitas, Tamiso harus menggunakan alat bantu karena salah satu kakinya tak bisa digerakkan. Kondisi kedua mata kakek tersebut juga tak bisa melihat sempurna. Ironisnya, meski sudah 10 tahun lebih hidup merana sang kakek malang itu tak pernah mendapat bantuan apa pun dari masyarakat maupun pemerintah.

Pantauan iNews di lokasi, Tamiso harus berbagi tempat tidur dengan seekor ayam betina peliharaannya. Dia tidur di atas dipan bambu kecil dengan beralaskan kasur tipis yang sudah kumal. Tempat beteduh Tamiso pun jauh dari kata layak karena tanpa dinding dan hanya anyaman bambu yang sudah reyot. 

Tamiso mengaku sudah lebih dari sepuluh tahun tinggal di bekas kandang sapi milik kakaknya karena sudah tidak memiliki rumah. “Kalau tinggal bersama anak nanti malah bikin repot mereka,” ucap Tamiso, Rabu (11/7/2018).





Tamiso sebelumnya bekerja sebagai penarik becak dan setiap hari mangkal di Pasar Tanjunganom, Nganjuk. Namun, sejak mengalami kecelakaan karena tertabrak motor Tamiso berhenti menarik becak karena kedua kakinya sudah tidak bisa difungsikan. “Kaki saya dua-duanya susah buat jalan sejak kecelakaan. Mata juga sudah tidak bisa lihat normal lagi,” tuturnya.

Tamiso mengaku tidak tahu apakah mendapat jatah bantuan beras miskin (raskin) dari pemerintah atau tidak. “Ya nggak tahu dapat atau tidak. Wong saya gak pernah nerima berasnya,” katanya.

Untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari, Tamiso hanya mengandalkan bantuan dan belas kasihan dari warga sekitar yang peduli dengan nasib kakek tersebut. “Kadang-kadang ada tetangga yang ngasih (makanan),” katanya.

(fahri/sumber: inrws.id).

Keyword

Artikel Terkait :

-