press enter to search

Minggu, 11/04/2021 11:03 WIB

Wawancara Meghan Markle, Oprah Dibayar Rp 130 Miliar

Dahlia | Minggu, 07/03/2021 23:03 WIB
Wawancara Meghan Markle, Oprah Dibayar Rp 130 Miliar
Los Angeles (aksi.id) - Meski belum tayang, acara wawancara Oprah Winfrey dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle telah menyedot perhatian banyak orang. Biaya untuk acara ini pun terbilang fantastis.

Diproduksi oleh Harpo Productions, rumah produksi milik Oprah Winfrey, acara berdurasi dua jam ini akan tayang perdana di stasiun TV Amerika Serikat CBS pada Minggu (7/3/2021) malam waktu setempat atau Senin pagi WIB.

Menurut laporan Wall Street Journal, CBS menggelontorkan dana hingga US$ 9 juta atau sekitar Rp 130 miliar demi membeli hak siar utama program tersebut dari Harpo.

 
 
This image provided by Harpo Productions shows Meghan, The Duchess of Sussex, left, in conversation with Oprah Winfrey. (Joe Pugliese/Harpo Productions via AP)Meghan Markle dan Oprah Winfrey. (Foto: Joe Pugliese/Harpo Productions via AP)

Dalam kesepakatan di antara kedua belah pihak, CBS sebagai pemegang hak siar utama boleh menjual program wawancara ini kepada stasiun TV internasional. Dikabarkan Daily Mail, acara tersebut akan tayang di 63 negara dalam waktu berdekatan.

Sebelum teken kontrak dengan CBS, Harpo kabarnya juga sempat menawarkan program tersebut kepada stasiun TV NBC milik Comcast Corp dan ABC yang berada di bawah naungan Walt Disney Co.. CBS sebelumnya adalah rumah bagi The Oprah Winfrey Show yang tayang selama 25 musim sejak 1986 sebelum berakhir pada 2011.

Oprah mendapat bayaran fantastis, lantas bagaimana dengan Pangeran Harry dan Meghan Markle sendiri? Seorang juru bicara Duke dan Duchess of Sussex memastikan bahwa mereka tak dibayar sepeser pun.

Acara yang telah direkam pada Februari ini sangat dinantikan banyak orang mengingat Pangeran Harry dan Meghan Markle jarang berbicara langsung kepada media soal kehidupan mereka. Apalagi pewawancaranya adalah orang sekelas Oprah Winfrey yang mendapat julukan `the queen of talkshow`.

This image provided by Harpo Productions shows Meghan, The Duchess of Sussex, left, in conversation with Oprah Winfrey. (Joe Pugliese/Harpo Productions via AP)Pangeran Harry dan Meghan Markle saat diwawancarai Oprah Winfrey. (Foto: Joe Pugliese/Harpo Productions via AP)


Di sisi lain, banyak pihak yang geram dan mengecam acara ini karena tayang saat kondisi kesehatan Pangeran Philip, suami Ratu Elizabeth II, sedang memburuk. Kakek Pangeran William dan Harry itu baru saja menjalani operasi jantung dan tengah dalam pemulihan.

"Kenyataannya, wawancara ini sangatlah tidak pantas. Lebih baik mereka diam karena kondisi kesehatan Duke of Edinburgh," kata Bob Blackman, politikus dari Partai Konservatif, kepada Daily Mail, Kamis (4/3/2021).

Muncul desakan agar Duke dan Duchess of Sussex membatalkan acara tersebut. Namun, menurut orang dalam yang dekat dengan mereka, keputusan berada di tangan CBS.

Menjelang perilisan, CBS merilis beberapa cuplikan wawancara untuk kebutuhan promosi. Di tayangan tersebut, Oprah sempat menanyai ibu satu anak ini soal pendapat Istana bila melihat ia dan Harry bicara blak-blakan pada kesempatan tersebut.

CHOBE NATIONAL PARK, BOTSWANA - SEPTEMBER 26: Prince Harry, Duke of Sussex joins a Botswana Defence Force anti-poaching patrol on the Chobe river in Kasane on day four of their tour of Africa on September 26, 2019 in Chobe National Park, Botswana. (Photo by Dominic Lipinski - Pool /Getty Images)(Foto: Dominic Lipinski - Pool /Getty Images)


"Aku tak tahu seperti apa ekspektasi mereka setelah selama ini kami hanya diam bila ada campur tangan Lembaga tersebut dalam menciptakan kebohongan tentang kami," kata Meghan Markle yang saat ini tengah mengandung anak kedua.

Saat ini, Istana Buckingham sedang melakukan investigasi terkait laporan The Times tentang dugaan bullying atau penindasan yang dilakukan Meghan Markle terhadap sejumlah mantan stafnya.

"Tim SDM kami akan melihat keadaan yang diuraikan dalam artikel tersebut. Anggota staf yang terlibat saat itu, termasuk mereka yang telah meninggalkan pekerjaan akan diundang untuk berpartisipasi untuk melihat apa pelajaran yang bisa diambil," ujar juru bicara Istana Buckingham seperti dikutip CNN.

(lia/sumber:detik.com)