press enter to search

Kamis, 23/05/2024 09:26 WIB

Pedagang Bakso Ini Rajin Naik Pesawat Palembang-Solo, Begini Harapannya

Redaksi | Rabu, 31/07/2019 23:28 WIB
Pedagang Bakso Ini Rajin Naik Pesawat Palembang-Solo, Begini Harapannya Foto :Istimewa

PALEMBANG (Aksi.id) – Namanya Wagiman. Pedagang bakso asal Karanganyar, Jawa Tengah, ini rajin melintasi Pulau Sumatera-Jawa dengan menggunakan pesawat terbang.

Ditemui di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (31/7/2019), dia sedang duduk di salah satu konter makanan dan minuman.

Pria ini menjadi sosok bagian dari konsumen saat booming industri penerbangan murah, yang ampuh men-drive demand.

Sejak tahun 2008, dia ekspansi usaha. Tak hanya di Karanganyar, lelaki ini bisnis berniaga mi bakso di Palembang. Seiringan dengan majunya usaha dan murahnya tarif penerbangan, dia setidaknya sebulan sekali bolak-balik terbang Palembang-Solo.

Aktifitas itu dilakukan karena dia mengontrol bisnisnya di dua kota itu. Lion Air menjadi pilihannya untuk terbang.

“Saya punya usaha juga di Solo. Ya kalau ke sana, sekalian bersilaturahmi dengan saudara,” ujar pria asal Karang Bangun, Kecamatan Jumapolo, Karanganyar, itu.

Pebisnis, yang akhirnya bersama keluarga memilih menetap dan menjadi warga Palembang, itu mengaku sejak sekitar sebelum berakhirnya tahun 2018, tidak lagi dapat naik pesawat sebulan sekali.

wagiman

Meroketnya tarif pesawat menjadi salah satu alasan Wagiman mengurangi aktifitasnya bolak-balik Palembang-Solo dengan memggunakan jasa angkutan udara.

“Tiket pesawat mahal sekali. Mana sering terlambat berangkat. Tidak seperti dulu,” tuturnya kepada BeritaTrans.com dan Aksi.ìd.

Akibat tertekan kenaikan harga tiket itu, dia mengurangi perjalanan dari setiap bulan menjadi tiga bulan sekali. “Kalau dipaksakan, saya bisa rugi karena uang banyak dipakai buat beli tiket. Saya kan kalau jalan biasanya berdua sama istri,” cetusnya.

Dia pun berharap tiket kembali murah sehingga tak menghambat dirinya bepergian seperti saat tiket masih terjangkau duit di dompet.

Beli tiket langsung

BeritaTrans.com dan Aksi.id menanyakan bagaimana biasanya dia membeli tiket. Wagiman menjawab: “Beli langsung ke dekat rumah. Ada yang jual tiket.”

Dia mengaku tidak membeli tiket dengan cara online melalui telepon genggam karena tidak tahu bagaimana menggunakannya. “Aku lulusan SD. Hape seperti ini, ra iso, ra ngerti,” ujarnya sambil menunjukkan hapenya yang ternyata sudah berbasis Android.

Bagaimana pelayanan bandara?

Wagiman menilai Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II terus mengalami kemajuan. “Sejak tahun 2008, saya ke bandara ini. Bandaranya banyak kemajuan, pelayanan juga bagus,” cetusnya. (awe/adinda)